Refleksi Perkuliahan Filsafat Umum : Memahami ilmu pengetahuan dalam filsafat
Saya mahasiswi Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK). Belajar filsafat umum sangat penting bagi mahasiswa, karena dapat memberikan cara untuk berpikir kritis, reflektif, dan komprehensif (menyeluruh) dalam memahami dunia, Pendidikan, dan nilai-nilai yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Mempelajari filsafat umum juga dapat memperluas wawasan mengenai hakikat manusia, membangun landasan etika dan moral, serta menumbuhkan sikap toleransi.
Materi yang telah saya pelajari pada pertemuan pertama yaitu mengenai pengertian dan sejarah filsafat. Filsafat muncul pada abad ke-6 SM, zaman sebelum mengetahui pengetahuan. Kemudian muncul tokoh bernama Thales yang disebut dengan bapak filsafat karena Thales merupakan orang yang pertama kali menggunakan logikanya dan menggeser pemikiran sebelumnya. Filsafat berasal dari kata “philo” yang artinya cinta dan “shopia” yang berarti kebijaksanaan. Jadi, filsafat merupakan ilmu yang mempelajari bagaimana cara berpikir yang benar. Cara berpikir filsafat ada 4 yaitu logis, sistematis, radikal, dan universal. Filsafat juga disebut dengan The Mother of Knowledge artinya dapat melahirkan berbagai macam ilmu pengetahuan.
Materi kedua membahas mengenai ruang lingkup dan cabang-cabang kajian filsafat. Ruang lingkup filsafat ada 4 yakni metafisika (hakikat dari segala sesuatu yang ada atau penasaran), ontologi (bagian dari metafisika), epistimologi (mengkaji bagaimana manusia mendapatkan ilmu pengetahuan atau mencari tahu), dan axiologi (mengkaji mengenai manfaat atau nilai guna dari ilmu pengetahuan).
Materi ketiga mempelajari mengenai filsafat pra-socratic : kelahiran filsafat alam. Pada masa pra-socratic terdapat tujuh orang bijak (Seven Wise Men of Greece) diantaranya yaitu Thales, Amaximandres, Amaximenes, Empedocles, Parmenides, Phytagoras, dan Democritos. Kemudian ada beberapa perkataan dari Parmindes yaitu :
1. Yang ada itu ada
2. Yang tidak ada itu tidak ada
3. Yang ada tidak mungkin tidak ada
4. Yang tidak ada tidak mungkin ada
Kesimpulannya yaitu segala sesuatu yang ada berasal dari sesuatu yang ada pula.
Materi keempat membahas mengenai kebijakan Socrates. Pemikiran Socrates “dunia bayang-bayang atau The Story of Caveman” merujuk pada kemampuan berimajinasi atau berpikir abstrak untuk merancang sebuah temuan atau gagasan sesuatu. Kemudian Socrates mengembangkan berbasis dialog yang dikenal dengan metode socratic. Metode ini dibagi menjadi 2 yaitu Gnoti seauton (kenalilah dirimu) dan Meautica Technic ( Teknik kebidanan).
Materi kelima mempelajari tentang idealisme plato. Plato merupakan murid dari Socrates, plato terkenal dengan aliran idealisme, idealisme merupakan aliran filsafat klasik yang menyatakan bahwa realitas yang sejati bukanlah realitas indrawi tetapi realitas ide. Materi keenam yaitu realisme, realisme merupakan aliran filsafat klasik yang menyatakan bahwa realitas yang sejati adalah apa yang ditangkap oleh Indera atau dunia inderawi, tokohnya adalah Aristoteles. Terdapat 4 causa (sebab) yakni causa materialis (bahan/benda), causa formalis (bentuk), causa efficiens (penggerak/pencipta), dan causa finalis (tujuan). Materi terakhir yaitu hellenisme, hellenisme merupakan akulturasi antara budaya Yunani dengan budaya luar Yunani seperti Mesopotamia, Syria, Persia, India, Afrika dan Eropa.
Hal menarik dari belajar filsafat menurut saya yaitu dapat mengetahui berbagai tokoh dalam filsafat disertai dengan berbagai pemikirannya yang bermacam-macam, membangunkan otak untuk berpikir lebih dalam, dan dikarenakan belum pernah belajar filsafat sebelumnya hal ini menjadikan rasa penasaran terhadap materi-materi yang akan diberikan selanjutnya. Harapan saya dari belajar filsafat yaitu dapat berpikir kritis, belajar mengambil kesimpulan dari berbagai sudut pandang, serta tidak terburu-buru ketika mengambil keputusan. Hal ini sangat penting dipelajari dan diaplikasikan bagi calon guru atau pendidik dalam mengajar.
Komentar
Posting Komentar